20 Juli 2009

Engineer

iseng iseng buka situs Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan  pikiranku langsung tertuju sama engineering.  ketika buka tulisan pertama yang muncul,

Engineers make things -and they make things better

Subra Suresh, dekan MIT school of engineering.

wow, mantaf… sangat membakar semangat !

23 Mei 2009

FB, friendster atau Hi5..

Siapa yang paling narsis? Atau yang paling rakus? Ternyata …diriku telah punya 3 akun di social software Facebook, Friendster dan Hi5.  Sadar tidak sadar ternyata aku telah menyuarakan semua privasiku ke dunia publik tanpa aku tau siapa itu Facebook, siapa yang punya, dimana lokasi kantornya berada begitu juga dengan friendster dan hi5, semua itu tanpa sadar dan melakukannya tanpa rasa risau sedikitpun.

Setelah mencari kesana kesini ternyata aku menemukan sedikit info dengan situs jejaring sosial yang selama ini aku pakai.

Facebook..

facebook-logositus ini merupakan ide dari Mark Zuckerberg yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 yang pada saat itu masih dikhususkan untuk lingkungan kalangan akademisi Universitas Harvard, USA. Begitu Facebook sudah mulai menyebar di sekolah-sekolah di Boston, Zuckerberg merekrut temannya Dustin Moskowitz dan Chris Hunges untuk mengembangkan Facebook.

Ide ini terpikir oleh Zukkerberg pada saat sekolah SMA di Philips Exeter Academy. Sekolah itu membuat buku pengenal(Face Book) yang digunakan setiap siswa untuk mengetahui wajah-wajah teman sekelas setiap tahunnya. Karena di luar negeri sana setiap siswa diberi hak untuk memilih jurusan yang di minati, jadi mungkin saja setiap semester memiliki teman sekolah yang beda.  Sehingga dia terpikir untuk membuat buku pengenal di internet.

Setelah sukses mereka pindah ke Palo Alto dimana hampir semua perusahaan software terbesar dunia berada di kota ini..<hebat..gimana kalau bandung ya??>> Karena sukses dengan penggunanya yang banyak ternyata perusahaan besar seperti Microsoft(R) juga ikut memberikan investasi ke Facebook, ini menandakan Facebook merupakan  peringkat 5 perusahaan internet yang paling berpengaruh di Amerika.

Friendster..
friendster-logo.gifdiluncurkan pada tahun 2002, Friendster merupakan situs layanan jejaring sosial tertua yang pernah sukses. pada tahun 2003 Friendster didanai oleh Kleiner Perkins & Byers dan Benchmark Capital. Banyak survey dilakukan, ternyata pemakaian Friendster sekarang turun drastis..kalau menurut saya sih, mungkin tampilannya kurang elegan. iya ga?

Hi5..
nama perusahaanya : hi5 Networks, inc
lokasi                              : San Fransisco, CA
hi5_logodiluncurkan pada tahun 2003 dan sekarang telah menjadi salah satu social networks terbesar versi Alexa(R) dan ranking #1 social network di lebih 25 negara seperti Amerika latin, eropa, Asia dan Afrika. Hi5 juga merupakan situs jejaring sosial ranking #1 untuk populasi bahasa spanyol.
tidak seperti Facebook, streaming lagu di hi5 sangat bagus jadi seperti MySpace..aku pikir sih biasa aja, tapi coba aja sendiri, tertarik?

Situs jejaring sosial yang lain seperti MySpace, Bebo, LinkedIn, Tagged, Piczo, and Open Social. mau coba????? :)

sumber :
http://www.crunchbase.com/company/facebook

http://www.crunchbase.com/company/friendster

http://www.crunchbase.com/company/hi5

24 April 2009

Motivasi berprestasi dan pola pengasuhan pada suku bangsa batak

tortor suku Batak Melihat eksistensi dan keberhasilan dari mahasiswa-mahasiswa suku bangsa batak toba di antara mahasiswa-mahasiswa yang multi etnik(bukan bermaksud narsis..), pada umumnya walaupun tidak seluruhnya menunjukkan tingkat keberhasilan belajar yang lebih tinggi daripada mahasiswa suku bangsa yang lain. Hal ini dapat dilihat dari mahasiwa-suku bangsa batak yang banyak terbebaran di universitas yang bergengsi di pulau Jawa seperti ITB, IPB, Unair, Undip dan UGM. Padahal jika dilihat dari latarbelakang keluarga kebanyakan dari mereka adalah keluarga yang bisa dikatakan menengah kebawah. Lalu mengapa hal itu bisa terjadi? Sehingga dilakukanlah penelitian terhadap suku batak yang tinggal di desa parpareran, tapanuli-sumut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bangsa batak toba yang tinggal di desa parpare mengikutsertakan anak-anak dalam pekerjaan orangtua di sawah. Menurut beberapa orangtua dengan menyertakan anak bekerja sejak sekolah dasar, utamanya bukanlah karena ingin memanfaatkan tenaga anak-anak tersebut tetapi lebih memperkenalkan mereka pada kehidupan yang menuntut keras. Kehidupan penduduk di desa tersebut tergolong sederhana. Hal ini dapat dilihat dari rumah penduduk yang dibangun dari kayu dan atap seng. Hal yang mencolok adalah mereka mempunyai kebanggaan dengan menghiasi dinding ruang tamu dengan foto-foto wisuda anak-anaknya yang telah berhasil dalam pendidikan. hebat

Suku bangsa batak toba meletakkan nilai pendidikan sebagai hal yang utama dalam kehidupan mereka. Untuk pendidikan, keluarga suku bangsa batak toba satu dan lainnya sangat berkompetisi dalam menyekolahkan anak-anaknya. Hal ini dilandasi oleh nilai-nilai filsafat hidup orang batak toba, bahwa jalan menuju tercapainya kekayaan(hamoraon) dan kehormatan(hasangapon) adalah melalui pendidikan. Namun diantara nilai tersebut,anak(hagabeon) merupakan nilai yang penting. Dalam nilai gabe juga tercakup unsur kekayaan dan kehormatan.

Aspirasi orangtua mengenai pendidikan anak ternyata agar anaknya mampu bersekolah sampai tingkat penguruan tinggi. Pembentukan motivasi berprestasi pada anak-anak batak toba sekalipun pada awalnya bersifat ekstrinsik namun kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ini terinternalisasi menjadi motivasi instrinsik.

Kalau dilihat dari segi pola pengasuhan, orangtua cenderung bergaya authoritative. Sekalipun gaya authoritarian tetap masih ada berkaitan dengan keinginan agar anak bersikap taat pada aturan agama dan orangtua. Pola pengasuhan ini diikuti juga oleh sikap orangtua yang mendorong pencapain pendidikan anak dibidang pendidikan/akademik berupa dukungan, kontrol dan kekuasaan yang mereka perlihatkan dalam mengarahkan kegiatan anak pada pencapain prestasi tertentu.

Disadur dari: “Motivasi berprestasi dan pola pengasuhan pada suku bangsa batak toba di desa parpareran II Tapanuli Utara” oleh Irmawati pada temu ilmiah nasional & kongres IX Himpunan Psikologi Indonesia, Surabaya 15-17 Januari 2004.

22 Maret 2009

Teknik Informatika dengan Mama

Tujuan aku menulis ini karena aku ingin membuka sedikit pemahaman tentang dunia informatika, khususnya siswa-siswi SMU yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Teringat pada kesan pertama di terima pada jurusan teknik informatika, hatiku sangat senang dan merasa masa depanku akan cerah :) . Pada waktu itu, aku tidak terlalu banyak tahu apa itu dunia informatika, sehingga wajarlah aku senang. Maklum murid baru lepas dari seragam putih abu-abu. Pada waktu itu aku berpikir aku pasti tidak terlalu banyak bergelut pada dunia limit, deret, integral dan antek-anteknya yang biasa kita temui dalam dunia mama atau mamatika atau matematika atau orang bule biasanya menyebut mathematics. Ternyata setelah aku menjalaninya, hampir semua segi dalam dunia teknik informatika berhubungan dengan mama. Karena dengan mama yang ampuh ini, para informatikawan mampu memodelkan sesuatu. Disitulah letak seninya ilmu mamatika yaitu kemampuan memodelkan sesuatu. sehingga tidak dapat disangkal jika seorang lulusan teknik informatika seharusnya menyenangi dunia mamatika.

Suatu kejanggalan yang kuperhatikan, setelah melakukan survey kecil-kecilan. Ternyata banyak teman-teman mahasiswa teknik informatika tidak terlalu bahkan tidak menyenangi mamatika. Jika hal ini terjadi dalam beberapa angkatan di setiap tahun, maka dapat di pastikan bangsa indonesia hanya dapat memakai teknologi orang lain dan tidak dapat menciptakan teknologi sendiri. Generasi indonesia akan menjadi bangsa yang selalu di bombardir dengan teknologi-teknologi luar yang semakin cepat dan canggih. Bila hal itu terjadi sangat menyedihkan bukan?

Untuk itu siswa-siswi SMU yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke jurusan teknik informatika, cobalah untuk mengkaji ulang kemampuan dan bakatmu di dunia mama. Karena jika masuk ke jurusan teknik informatika hanya karena tren atau ikut teman, pastilah nantinya hasilnya tidak maksimal bahkan tidak ada.

16 Maret 2009

Green Computing

Istilah green computing diartikan dalam bahasa sehari-hari ialah penggunaan teknologi khususnya komputer dan bahan pembentuknya secara hemat. Hemat disini mengacu pada pemakaian secara efisien dan efektif, yang nantinya akan berujung pada pemakaian sumber daya alam yang berasal dari bumi. Yang menjadi pertanyaan mengapa kita sebagai manusia harus menghemat, bukankah manusia telah di beri mandat oleh Pencipta untuk mengelolanya ?

Manusia telah menyalahgunakan mandat yang telah di berikan kepadanya, sehingga menjadikan manusia menjadi rakus dan bebas tidak bertanggung jawab tanpa memikirkan efek sampingnya. Sikap tersebut mengakibatkan sumber-sumber daya alam yang dulunya tersedia melimpah sekarang menjadi menipis bahkan terancam punah. Tidak hanya itu saja, akibat yang ditimbulkannya sangat rentan mengancam keberadaan kehidupan manusia itu sendiri dan generasinya. Manusia yang sadar akan hal ini, memulai untuk mensosialisasikan kepada khalayak banyak dan mengajak untuk membeli dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Ternyata dunia Teknologi Informasi dan Telekomunikasi(TIK) selain membawa dampak positif juga membawa banyak dampak negatif yang lebih mengarah pada kerusakan lingkungan. Perkembangan teknologi telah memacu masyarakat untuk menggunakan produk terbaru dan membuang produk lama. Padahal semua produk teknologi di produksi menggunakan bahan mentah dari bumi yang tidak sedikit. Jika hal itu dilakukan dalam beberapa tahun, sudah berapa juta bahkan milyar perangkat teknologi usang yang tidak dapat di gunakan kembali dan akan menjadi bangkai. Tentunya dengan pemakaian yang berlebihan terhadap teknologi dalam mendukung kinerja manusia, akan meningkatkan penggunaan listrik atau daya yang sangat besar, di tambah dengan penggunaan listrik yang tidak sesuai kebutuhan. Jika semua hal itu dilakukan oleh para produsen besar di dunia, maka dampaknya akan sangat mengancam bumi dan manusia.

Apakah manusia tidak bisa lagi menggunakan sumber daya alam? Saya pikir hal itu terlalu ekstrim untuk dilakukan oleh manusia yang mempunyai akal budi. Tindakan yang tepat dilakukan manusia yaitu menyadari dan meminimalisasi saja. Apa usaha manusia untuk meminimalisasi hal itu? Semua manusia yang sadar, pasti akan memulai dari lingkungan pribadi. Hanya dari lingkungan pribadi manusia bisa mencapai lingkungan global. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencapai hal tersebut. Seperti pemakaian produk teknologi sesuai dengan kebutuhan, pembelian produk yang dapat di produksi kembali(recycle stuff) dan memakai daya yang kecil, penggunaan tenaga listrik secukupnya. sehingga green computing tidak hanya ada pada fakta dan teori belaka, tetapi membutuhkan tindakan dari setiap lapisan masyarakat yang menggunakan teknologi untuk menyelamatkan bumi untuk sekarang dan generasi masa depan.

GO GREEN !!!

5 Maret 2009

Social Software

Pada saat ini perkembangan teknologi komunikasi yang pesat telah mengubah gaya hidup masyarakat. Era dimana penggabungan teknologi komunikasi dengan komputer semakin banyak dikembangkan. Sehingga komunikasi dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik kaum profesional, pengusaha bahkan ibu rumah tangga. Komunikasi tersebut diwujudkan melalui media internet seperti email, newsgroup, VOIP, chatting. Kekuatan internet sebagai alat sosial, menimbulkan keinginan seseorang untuk memiliki komunitas maya, menjadikan para peniliti mengembangkan perangkat lunak yang digunakan untuk menfasilitasi komunitas maya tersebut atau lebih dikenal dengan social software. Social software yang banyak digunakan pada saat ini seperti Facebook, Friendster, LinkedIn, dll.
Apa itu social software ? menurut Clay Shirky, social software adalah suatu perangkat lunak yang mendukung interaksi antar kelompok. Berdasarkan pengertian tersebut apakah kita sudah dapat membedakan mana yang social software atau bukan. Untuk lebih mempertegas pengertian social software, berikut beberapa ciri-cirinya yaitu:
1. Mendukung interaksi percakapan antar individu atau kelompok(baik secara realtime atau slowtime). Hal ini juga mendukung dalam percakapan yang terjadi pada blog, dimana seseorang menulis topik tertentu dan orang yang lain memberikan komentar.
2. Mendukung timbal baik sosial, yang memungkinkan seseorang atau kelompok memberikan penilaian(rating) terhadap sesuatu. Hal ini yang memicu reputasi digital dalam komunitas maya.
3. Mendukung jejaring sosial, yang memungkinkan membuat atau mengelola ekspresi kepribadian seseorang. Sehingga seseorang dapat berteman atau berhubungan dengan orang yang mempunyai hoby atau profesi yang sama. Hubungan yang saling terkait seperti temannya teman (Friend of a Friend), juga memperluas kemudahan jejaring sosial.

Dahulu social software dirancang untuk lingkungan kerja kalangan profesional, digunakan untuk meningkatkan tim kerja(team work) dan produktifitas. Lagi pula perangkat lunak tersebut bekerja pada lingkungan dekstop atau personal computer. Tetapi sekarang digunakan hampir disetiap lingkungan sosial yang ada di masyarakat umumnya, dan dilakukan pada perangkat yang kecil seperti mobile phone.
Selain dampak positif yang ditimbulkan, dampak negatif yang terjadi yaitu pencurian informasi penting seseorang dan digunakan untuk kepentingan yang jahat. Sehingga dapat mengakibatkan teror antar keluarga, komunitas, suku bahkan agama. Hal yang lain, juga menimbulkan plagiat yang tidak dapat ditolerir. Sehingga mengkaburkan otorisasi dan hak cipta seseorang terhadap karya intelektual.

1 Maret 2009

Rasa Takut

Rasa takut rasanya tidak pernah hilang dari pada diriku. rasa yang selalu membuntuti kehidupanku, rasa yang selalu membuat diriku tidak nyaman. rasa itu yang selalu menganggap diriku tidak ada apa-apanya. rasa takut membuat aku membuat keputusan yang membabi buta. terkadang aku coba menentang rasa takut tersebut dan hasilnya ternyata rasa takutku tersebut merupakan hal yang sia-sia..dan aku telah mencobanya berkali-kali ternyata memang benar ! takut hal yang sia-sia !

aku semakin sadar bahwa ketakutan merupakan penghalang besar dalam menggali potensi diri yang diberikan Tuhan. potensi yang harus kita kembangkan sehingga pada akhir hayat nanti dapat di pertanggungjawabkan. potensi merupakan pertanggung jawaban atas diri sendiri, bagaimana dengan pertanggungjawaban dengan masyarakat sekitar, negara, keluarga dan agama ? haruskah kita takut lagi?